Rabu, 28 Desember 2011

Pemanfaatan Teknologi Internet yg berdampak buruk atau negatif pada remaja

Dampak Pemanfaatan Teknologi Internet pada Game On-line bagi Remaja
Maraknya beredar game online di Indonesia membuat fenomena baru di kalangan penggemar game. Dari yang hidupnya kacau hingga anak sekolah atau kuliah yang tidak lulus. Bermain game memang mempunyai dua sisi, negatif dan positif. Dari segi positif bisa melatih pola berpikir, reflek, dan mungkin juga dijadikan ajang untuk mendapatkan uang dengan mengikuti pertandingan atau menjual item dan karakter di game. Memang terbukti dari sebuah penelitian bahwa bermain game bisa membuat anak-anak menjadi lebih cerdas bila dibandingkan yang tidak, walau penelitian ini masih berbau kontrovesi dan belum bisa dipertanggung jawabkan.
Berikut ini dampak dari game online
• Positif
Game itu membuat orang pintar. Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire University membuktikan bahwa gamer yang bermain game 18 jam per minggu (rata-rata 2.5 jam/hari) memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata setara dengan kemampuan atlet. Akan tetapi lebih banyak orang yang bermain dalam waktu jauh lebih lama. Meningkatkan konsentrasi. Dr. Jo Bryce, kepala penelitian di suatu universitas di Iggris menemukan bahwa gamer sejati punya daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menuntaskan beberapa tugas. Ketajaman mata yang lebih cepat. Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa anak-anak yang memainkan game action secara teratur memiliki ketajaman mata yang lebih cepat daripada mereka yang tidak terbiasa bermain game. Meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita. Sama halnya dengan belajar, bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak bahkan memiliki kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan membaca buku. Meningkatkan kemampuan membaca. Psikolog di Finland University menyatakan bahwa video game bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan baca mereka. Jadi, keluhan soal bermain game yang dapat menurunkan budaya membaca tidaklah beralasan. Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Riset di Indonesia membuktikan bahwa banyak pria yang mahir bahasa Inggris di sekolah ataupun di universitas tanpa melalui kursus adalah mereka yang suka bermain game. Membantu bersosialisasi. Beberapa profesor di Loyola University, Chicago telah mengadakan penelitian dan menurut mereka game online dapat menumbuhkan interaksi sosial yang menentang stereotip gamer yang terisolasi. friendship, brotherhood, organisasi (guild), menghadapi conflict bersama (guild wars), managing people (jika menjadi guild leader), kontrol emosi, politik, dsb. Mengusir stres!!! Para peneliti di Indiana University menjelaskan bahwa bermain game dapat mengendurkan ketegangan syaraf. Jelas aja daripada berantem mendingan berantem lewat game, darahnya bohongan, senjata bohongan, semuanya serba bohongan, buat apa kita hidup di jaman digital kalau tidak memanfaatkannya. Memulihkan kondisi tubuh. Dr. Mark Griffiths, psikolog di Nottingham Trent University melakukan penelitian sejauh mana manfaat game dalam terapi fisik. Meningkatkan kecepatan dalam mengetik, karena beberapa game online mengharuskan player untuk mengetik ketika berkomunikasi dengan lawan bicara. Melatih kemampuan berdagang.
• Negatif
Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri. Kehidupan real menjadi berantakan, seperti nilai pelajaran, tugas kampus, dipecat, dsb.Membuat orang menjadi bodoh. Orang berpikir terlalu pendek karena jalan main game yang ia mainkan. Ada salah satu kasus, seseorang membunuh seorang sopir taksi karena orang itu menginginkan uang dari sopir taksi itu untuk bermain game. Game kesukaannya adalah GTA. Pasti tahu kan..? Membuat orang terisolisir dengan lingkungan sekitar. Ini adalah efek karena terlalu seringnya bermain game sehingga lupa akan kehidupan nyatanya. Mengganggu kesehatan. Karena seseorang yang bermain game dalam waktu sangat lama ia hanya melakukan kegiatan pasif. Mengakibatkan pola makan dan tidur yang tidak teratur sehingga mudah terserang penyakit. Jika terlalu sering akan menimbulkan pengaruh psikologis. Menghayal dan pikiran yang selalu tertuju pada game adalah efek negative yang ditimbulkannya. Mempengaruhi pola piker dan tingkah laku Pemborosan, Jika game online telah menjadi candu. Karena jika seseorang telah kecaduan, ia dapat mengorbankan apapun demi keinginannya.
Sumber : http://nupho.wordpress.com/2008/12/09/positif-dan-negatif-dari-game-online/

Senin, 31 Oktober 2011

Membandingkan penggunaan fasilitas : E-mail, SN, dan IM

1. Email : Gmail vs Yahoo
Kecepatan
Jika dilihat dari segi kecepatan, Gmail lebih cepat daripada Yahoo mail. kecepatan Gmail dalam menerima Email menurut saya cukup cepat. Jika kita tetap login dan berada di halaman account, kita tidak perlu merefresh halaman untuk melihat ada Email masuk atau tidak. Sedangkan Yahoo mail, terkadang kita perlu me-refresh halaman kembali untuk melihat ada Email baru yang masuk.
Keamanan
Jika Gmail masih ada celah untuk pihak lain untuk untuk mencuri identitas yang ada pada account Gmail kita. Tapi pada yahoo mail tidak begitu, pihak yahoo mail telah mengantisipasi masalah ini sejak lama. Di sisi lain, Gmail memberikan proteksi Email spam yang lebih baik ketimbang Yahoo mail. Maka, dalam hal keamanan, diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kapasitas Penyimpanan
Gmail memiliki kapasitas penyimpanan (storage) yang terbatas. Sedangkan Yahoo memberikan kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas.

2. Facebook vs G-Plus
Kalau di FB kita hanya dibatasi mengelompokkan teman ke dalam empat grup (Teman, Keluarga, Rekan Kerja, Teman Satu Sekolah), maka di Google Plus tidak terbatas. Kita bisa menciptakan sebanyak mungkin grup Circle atau Lingkaran, jumlah grup tidak dibatasi, jadi kita bebas membuat group di Google plus yang biasa disebut grup circle . Grup Circle tertentu bisa disembunyikan. Misalnya kita membuat grup Mantan Pacar (di dalamnya ada beberapa bekas kekasih anda), semuanya itu bisa disetel sehingga tidak terlihat pada siapa pun kecuali kitasendiri. Teman-teman di dalam grup-grup itu tetap terdaftar sebagai teman, tidak terhapus, tapi mereka tidak akan tahu ke dalam Circle yang mana kita mengelompokkan nama-nama mereka.
Membatasi siapa atau anggota Lingkaran mana yang postingnya dapat muncul/masuk ke akun Google+ kita. Jika kita tidak suka dengan seorang teman yang selalu menulissuatu tulisan yang lebay, maka kita dapat menyetting agar setiap posting mereka tidak muncul di halaman akun kita, yaitu pada Stream (seperti Wall pada Facebook). Mereka tetap menjadi teman, tapi semua status yang mereka terbitkan tidak akan memasuki beranda kita. Jadi kta hanya akan melihat konten-konten yang menurut kita menarik atau bagus.
Fitur yang satu ini tidak dimiliki Facebook. Saat kita chatting dengan teman-teman, kita bisa mencari video diYoutube,dan menontonnya secara bersamaan dengan teman chat dan saling mengomentari.
3. Yahoo messenger vs G-talk
G-talk sangat hemat bandwith, jika dibandingkan dengan YM. Pada YM dibutuhkan beberapa koneksi untuk menampilkan iklan-iklan dari YM, namun pada YM sering terjadi kelebihan jumlah koneksi. Program G-talk cukup ringan dan mudah dibandingkan dengan YM.

Perbandingan Website Pemda Bekasi dan Website Pribadi

Perbandingan website Pemkod Bekasi dan Website Pribadi ( Ardina Rasti)

• Website Pemda Bekasi

Pada website pemda bekasi, sangat menarik perhatian dan sangat lengkap, dalam hal warna pada website tersebut sangat variasi terdapatwarna kuning dan abu-abu. Tedapat gambar-gambar dengan yell kota bekasi “ Kabupaten Bekasi Maju Bersama”. Tampilan (layout) pada website ini sangat baik. Fasilitas pada website ini sangat baik sekali dan lengkap, karena fasilitasnya yang lengkap ini sangat memudahkan pengunjung website ini mencari apa yang dibutuhkannya, fasilitasnya sebagai berikut
1. Beranda
2. Tentang
3. Profile Daerah
4. Pemerintah
5. Link terkait
6. Kontak
7. Site map

Di website ini juga terdapat layanan masyarakat kota bekasi

Link SKPD Layanan Masyarakat Regulasi
Kategori.......... ▼ Kategori............ ▼ Kategori........ ▼

Pada website ini juga terdapat informasi-informasi yang juga memudahkan pengunjungnya berupa :
1. Pengumuman pengadaan
2. Perpustakaan daerah
3. Info publik
4. Penanaman modal
5. Mulimedia interaktif
6. Sidok e-dokumen
7. Web conference
8. ( Kominfo – SMS ) Server
Didalam website ini bukan hanya berisi informasi-informasi tentang daerah bekasi saja, tetapi juga terdapat tentang orang-orang penting yang berjasa membangun kota bekasi. Dalam publikasi website ini sangat terposting dengan baik dan update. Pada website ini juga terdapat total pengunjung ang membuka situs ini.

• Website Pribadi ( Ardina Rasti )

Pada website pribadi rasti sangat simple sekali dengan memilih warna nature yang membuat website ini tidak terlalu mencolok dan sangat menarik perhatian pengunjung untuk mengunjungi websitenya. Tampilan pada website ini sangat sederhana dengan foto rasti yang begitu menarik . Dalam web rasti terdapat fasilitas yang memadai seperti :
1. Home
2. News
3. Agenda
4. Video
5. Gallery
6. Music
7. Movies
8. Notes
9. Download

Dalam web rasti terdapat jejaring sosial seperti : twitter dan facebook yang memudahkan rasti untuk menyapa dan menjawab pertanyaan dari para fansnya. Di website rasti juga terdapat beberapa agenda-agenda rasti. Di website ini rasti juga sering melakukan promosi lagunya dan RBT. Website rasting jarang terposting dengan baik, mungkin rasti mempostingnya jika ada event-event saja.

• Perbandingan 2 web

Web Pemerintah : Sangat lengkap sekali, warnanya kurang menarik, pada link SKPD untuk kategori Dinas Tenaga Kerja belum bisa dibuka. Dengan fasilitasnya yang sangat baik dapat memudahkan pengunjunganya. Publikasi dalam web ini sangat update dengan berbagai kegiatan yang dilakukan pemda bekasi.

Web Pribadi : Sangat menarik perhatian pengunjung karena warnanya yang nature dan tidak terlalu mencolok dan dipadukan dengan foto rasti sangat menarik sekali. Fasilitas yang diberikan juga tidak terlalu banyak menjadikakn web ini sangat simple. Publikasi dalam web ini kurang update, mungkin jika ada event-event saja rasti mempostingnya ke websitenya.

Jumat, 13 Mei 2011

kaitan stress dengan psikologi lingkungan

Istilah stress secara histories telah lama digunakan untuk menjelaskan suatu tuntutan untuk beradaptasi dari seseorang, ataupun reaksi seseorang terhadap tuntutan tersebut.
Menurut H. Handoko, Stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Sedangkan berdasarkan definisi kerjanya, pengertian dari stress adalah :
a. Suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual dan atau proses psikologis, yaitu suatu konsekuensi dari setiap kegiatan ( lingkungan ), situasi atau kejadian eksternal yang membebani tuntunan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang.
b. Sebagai suatu tanggapan penyesuaian, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar ( lingkungan ) situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang.

Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif ,apresiawa stress l menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme. Sebelumnya Selye (1936 ) telah menggambarkan bahwa strees adalah suatu sindrom biologic atau badaniah.Didalam eksperimennya, seekor tikus percobaan mengalami kedinginan pembedahan atau kerusakan sum-sum tulang belakang, akan memperlihatkan suatu sindroma yang khas.Gejala-gejala itu tidak tergantung pada jenis zat atau ruda yang menimbulkan kerusakan,sindroma ini lebih merupan perwujudan suatu keadaan yang dinamakan stress denagn gejala-gejala sistembilogik mahluk hidup itu. Selye menekankan bahwa stress terutama mewujudkan diri sebagai suatu reaksi badaniah yan dapat diamati dan diukur.Stres merupakan suatu reaksi penyusuaian diri,suatu sindroma penyusuaian umum terhadap rangsangan yang berbeda-beda.
Menurut Mason (1971 ) membantah konsep yang mengatakan bahwa stress hanyalah merupak badaniah saja. Ditunjukkkan nya bahwa daya adaptasi seseoarang itu tergantung pada faktor-faktor kejiwaan atau psikologiknya yang menyertai stresor. Stres bukanlah konsep faal saja, lebih banyak dilihat sebagai konsep perilaku, setiap reaksi organisme terhadap stresor memungkinkan sekali terlebih dahulu dimulai oleh kelainan perilaku dan kemudian mungkin baru terjadi akibat faal, kemudian Mason (1976 ) menunjukkan bahwa terdapat pola hormonal yang berbeda terhadap stresor fisik yang berbeda.

Pada penelitain Wolf dan Goodel ( 1968 ) bahwa individu-individu yang mengalami kesukaran dengan suatu sistem organ , cenderung akan bereaksi etrhadap stresor dengan gejala dan keluhan dalam sistem organ yang sama.Kondisi sosial, perasaan dan kemampuan untuk menanggulangi masalah, ternyata mempengaruhi juga aspek yang berbeda- beda dari reaksi terhadap stres.
Sumber dan macam-macam stresor antara lain :

1. Kondisi biologik.
Berbagai penyakit infeksi , trauma fisik dengan kerusakan organ biologik,mal nutrisi, kelelahan fisik, kekacauan fungsi biologik yang kontinyu
2. Kondisi Psikologik.
a. Berbagai konflik dan frustasi yang berhubungan dengan kehidupan moderen.
b. berbagai kondisi yang mengakibatkan sikap atau perasaan rendah diri (self devaluation ) seperti kegagalan mencapai sesuatu ynga sangt di idam-idamkan.
c. berbagai keadaan kehilangan seperti posisi, keuangan, kawan atau pasangan hidup yang sangat dicintai.
d. berbagai kondisi kekurangan yang dihayati sebagai sesuatu cacat yang sangat menentukan seperti penampilan fisik, jenis kelamin, usia, intelegensi dan lain-lain.
e. berbagai kondisi perasaan bersalah terutama yang menyakut kode moral etika yang dijunjung tinggi tetapi gagal dilaksanakan.

3. Kondisi Sosio Kultural.
Kehidupan moderen telah menempatkan manusia kedalam suatu kancah stress sosio kultural yang cukup berat. Perubahan sosio ekonomi dan sosio budaya yang datang secara cepat dan bertubi – tubi memerlukan suatu mekanisme pembelaan diri yang memadai. Stresor kehidupan moderen ini diantaranya. :
a. berbagai fluktuasi ekonomi dan segala akibatnya ( menciutnya anggaran rumah tangga , pengangguran dan lain-lain ).
b. Perceraian, keretakan rumah tangga akibat konflik ,kekecewaan dan sebagainya.
c. Persaingan yang keras dan tidak sehat.
d. Diskriminasi dan segala macam keterkaitannya akan membawa pengaruh yang menghambat perkembangan individu dan kelompok.
e. Perubahan sosil yang cepat apabila tiadak diimbangi dengan penyusuaian etika dan moral konvisional ynag memadai akan terasa ancaman. Dalam kondisi terburuk nilai materikalistik akan mendominasi nilai moral spiritual yang akan menimbulkan benturan konflik yang mungkin sebagian terungkap, sedangkan sebagian lainnya menjadi beban perasaan individu atau kelompok.
Stres memiliki dua gejala, yaitu gejala fisik dan psikis.
a. Gejala Fisik
Gejala stres secara fisik dapat berupa jantung berdebar, napas cepat dan memburu / terengah – engah, mulut kering, lutut gemetar, suara menjadi serak, perut melilit, nyeri kepala seperti diikat, berkeringat banyak, tangan lembab, letih yang tak beralasan, merasa gerah, panas , otot tegang.
b. Gejala Psikis
Keadaan stres dapat membuat orang – orang yang mengalaminya merasa gejala – gejala psikoneurosa, seperti cemas, resah, gelisah, sedih, depresi, curiga, fobia, bingung, salah faham, agresi, labil, jengkel, marah, lekas panik, cermat secara berlebihan.

Lalu kaitannya stress dengan psikologi lingkungan adalah :
Dalam konteks lingkungan maka stress dapat muncul jika lingkungan fisik dan rancangan secara langsung atau tidak langsung menghambat tujuan seseorang. Kaitan stress dengan lingkungan yaitu stress terjadi ketika individu menjumpai kondisi lingkungan yang mengancam yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya. Sebuah situasi dapat terlihat sebagai suatu ancaman dan berbahaya secara potensial apabila melibatkan hal yang memalukan, kehilangan harga diri, kehilangan pendapat dan seterusnya. Maka apabila lingkungan tidak mendukung kesejahteraan fisik maupun mental seseorang akan mengakibatkan kelelahan fisik dan mental yang mencetuskan terjadinya stres.

Stres menurut Stokols (dalam Brigham, 1991) merupakan salah satu aspek yang dapat mengakibatkan penyakit atau akibat-akibat negatif pada perilaku masyarakat. Stres yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stres. Individu yang mengalami stres umumnya tidak dapat melakukan interaksi sodial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku untuk membantu orang lain.

Salah satu contoh pengaruh stres terhadap perilaku individu dalam lingkungan yaitu kepadatan yang tinggi dipandang sebagai keadaan fisik yang membuat keadaan tidak menyenangkan, seperti kehilangan kontrol dan kehilangan kebebasan berperilaku serta menurunnya intens prososial individu. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori stimulus overload dari Milgram (dalam Wrightsman & Deaux, 1984), dalam teori ini menjelaskan bahwa kondisi yang padat yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor seperti factor perbedaan individu, situasi dan kondisi sosial di kota mengakibatkan individu mengalami stimulus overload (stimulus berlebihan) sehingga individu hnya melakukan adaptasi dengan cara memilih stimulus yang akan diterima dan member sedikit perhatian pada stimulus yang masuk. Hal ini dilakukan dengan menarik diri atau mengurangi kontak dengan orang lain, yang akhirnya dapat mempengaruhi perilaku menolong pada individu.

Senin, 28 Maret 2011

Kesesakkan

Kesesakkan

A. Pengertian Kesesakkan
Kesesakkan adalah suatu proses interpersonal pada suatu tingkatan interaksi manusia satu dengan yang lainnya dalam suatu pasangan atau kelompok.
Baum dan Paulus (1987) menerangkan bahwa proses kepadatan dapat dirasakan sebagai kesesakan atau tidak dapat ditentukan oleh penilaian individu berdasarkan 4 faktor :
1. Karakteristik seting fisik
2. Karakteristik seting social
3. Karakteristik personal
4. Kemampuan beradaptasi

Stokols (dalam Altman 1975) membedakan antara kesesakan bukan social (nonsocial crowding) yaitu dimana faktor – faktor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding, seperti sebuah ruang yang sempit, dan kesesakan social (social crowding) yaitu perasaan sesak semula – mula datang dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak. Stokols juga menambahkan perbedaan antara kesesakan molar (molar crowding) dan kesesakan molekuler (moluceler crowding).
1.Kesesakan Molar : perasaan sesak yang dapat dihubungkan dengan skala luas, populasi penduduk kota.
2.Kesesakan Molekuler : Perasan sesak yang menganalisis mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian – kejadian interpersonal.


B.Teori – Teori Kesesakan
Menurut Hollahan (1982) untuk menerangkan terjadinya kesesakan dapat digunakan tiga model teori, yaitu :
a. Teori Beban stimulus
Schmidt dan Keating (1979) mengatakan bahwa stimulus disini dapat berasal dari kehadiran banyak orang beserta aspek – aspek interaksinya, maupun kondisi – kondisi fisik dari lingkungan sekitar yang menyebabkan bertambahnya kepadatan sosial. Berlebihnya infornasi dapat terjadi karena beberapa faktor, sepert
a) Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan
b) Jarak individu (dalm arti fisik) yang terlalu dekat
c) Suatu percakapan yang tidak dikehendaki
d) Terlalu banyak mitra interaksi
e) Interaksi yang terjadi dirasa terlalu dalam atau terlalau lama

b. Teori Ekologi
Micklin (dalam Prabowo, 1998) mengemukakan sifat – sifat umum model ekologi pada manusia. Pertama teori ekologi perilaku memfokuskan pada hubungan timbale balik antar orang dengan lingkungan. Kedua, unit analisisnya adalah kelompok sosial dan bukan individu, dan organisasi sosial memegang peranan yang sangat penting. Ketiga, menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber – sumber material dan sosial.
Wicker (dalam Prabowo, 1998) mengemukakan teorinya tentang manning, teori ini terdiri dari atas pandangan bahwa kesesakan tidak dapat dipisahkan dari faktor setting dimana hal itu terjadi, misalnya pertunjukkan ketoprak atau pesta ulang tahun.
Analisis terhadap setting menurut Wicker (dalam Prabowo, 1998) meliputi :
1. Maintenance minimum,
Yaitu jumlah minimum manusia yang mendukung suatu setting agar suatu aktivitas dapat berlangsung. Contoh bila suatu ruang tidur ukuran 4 x 3 meter biasa dipakai oleh anak – anak supaya tidak terlalu sesak dan tidak terlalu longgar.
2. Capacity
Jumlah maximum penghuni yang dapat ditampung oleh seting tersebut (jumlah orang yang akan duduk diruang tamu bila sedang dilaksanakan hajatan).
3. Applicant
Jumlah penghuni yang mengambil bagian dalam suatu seting. Applicant dalam seting rumah dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a) Performer, yaitu jumlah orang yang memegang peranan utama, dalam hal ini suami – istri.
b) Non – Performer, yaitu jumlah orang yang terlibat dalam peran – peran sekunder, dalam hal ini anak – anak atau orang lain dalam keluarga.

c. Teori Kendala Perilaku
Menurut teori ini, suatu situasi akan dianggap sesak bila kepadatan atau kondisi lain yang berhubungan dengannya membatasi aktivitas individu dalam suatu tempat.
Menurut Sears dkk (1988) tentang teori rasa sesak manusia dibagi menjadi tiga yaitu : beban indra berlebihan, intensitas kepadatan, hilangnya kendali.
a) Beban indra yang berlebihan
Migram (dalam Sears, 1998) menyatakan bahwa bila orang dihadapkan pada stimulus yang terlalu banyak, dia akan mengalami beban indra yang berlebihan dan tidak akan dapat menghadapi semua stimulus itu.
b) Intensitas kepadatan
Menurut Fredman (dalam Sears, 1998) menjelaskan bahwa kepadatandapat menguatkan reaksi yang umum terhadap situasi sosial. Sebagaimana peningkatan volume gramofom dapat memperkuat reaksi kita terhadap music, demikian juga peningkatan kepadatan dapat memperkuat reaksi terhadap orang lain.
c) Hilangnya kendali
Kepadatan tinggi bisa menyebabkan orang merasa kurang memikirkan terhadap tindakannya sehingga menimbulkan perasaan sesak ( Baron & Rodin dalam Sears dkk, 1998). Pengendalian berkaitan erat dengan kemampuan untuk memprediksi situasi yang akan terjadi dan dalam kondisi kepadatan tinggi, orang mungkin mengganggu aktifitas orang lain sehingga menimbulkan perasaan frustasi dan marah (Schopler & Stockdale dalam Sears, 1992).
Telah jelas dikatakan bahwa kesesakan merupakan persepsi dari kepadatan.

C. Aspek – aspek kesesakan
Zlutnick dan Altman (dalam Heimstra & McFarling, 1978) mengemukakan aspek – aspek yang berhubungan dengan kesesakan. Aspek – aspek tersebut dibagi dalam tiga aspek, yaitu :
a. Aspek situasional
Yaitu faktor – faktor yang berhubungan dengan situasi tertentu, misalnya jumlah orang perunit rumah, jumlah orang di luar rumah, karakteristik tempat (seperti tipe kamar) dan lain – lain.
b. Aspek interpersonal
Yaitu kemampuan seseorang untuk mengendalikan interaksi dengan berbagai cara, antara lain mengunci diri dalam ruangan untuk menghindari interaksi dengan orang lain.
c. Aspek psikologis
Yaitu bahwa pengalaman masa lampau dan kepribadian seseorang merupakan hal penting dalam menentukan apakah kesesakan dialami dalam situasi tertentu.


D. Faktor yang mempengaruhi kesesakkan :
1. Faktor Personal, terdiri dari kontrol pribadi & budaya
2. Faktor social, secara personal individu lebih banyak mengalami kesesakkan di pengaruhi karaktristik yang sudah dimiliki.
3. Faktor Fisik, kesesakkan dalam rumah dipengaruhi faktor fisik.

E. Pengaruh kesesakkan terhadap perilaku
Aktivitas seseorang akan terganggu oleh aktivitas yang lain, gangguan terhadap norma tempat dapat meningkatkan gejolak dan ketidaknyamanan.
Pengaruh negatif kesesakkan tercermin dalam bentuk penurunan psikologis, fisiologis, dan hubungan sosial individu.

F. Faktor-faktor Penyebab
Menurut Altman kondisi kesesakkan yang ekstrim akan timbul bila faktor-faktor dibawah ini muncul secara simultan :
1. Kondisi-kondisi pencetus, terdiri dari tiga faktor :
a. Faktor-faktor situasional
b. Faktor-faktor personal
c. Kondisi interpersonal
2. Serangkaian faktor-faktor organismik dan psikologis seperti stre, kekacauan pikiran, dan perasaan kurang enak badan.
3. Respon-respon pengatasan, yang meliputi beberapa perilaku verbal dan non verbal yang tidak efektif dalam mengurang stress atau dalam mencapai interaksi yang diinginkan dalam jangka waktu yang panjang atau lama.

G. Akibat dari kesesakan
Brigham (1991) menjelaskan beberapa akibat negative kesesakkan menjadi beberapa bagian :
1. Pelanggaran terhadap ruang pribadi dan atribusi seseorang yang menekan perasaaan yang disebabkan oleh kehadiran orang lain.
2. Keterbatasan perilaku, pelanggaran privasi dan terganggunya kebebasan memilih
3. Control pribadi yang kurang.
4. Stimulus yang berlebih.

H. Contoh Perilaku Nyata
Adanya sejumlah orang yang berdesak-desakkan untuk menunggu pemberian sedekah.

Kepadatan

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
  1. Pengertian Kepadatan

Kepadatan merupakan masalah bagi setiap negara di dunia terutama negara-negara berkembang umumnya, dan Indonesia khususnya. Pertambahan penduduk secara besar-besaran mengakibatkan berbagai masalah. Seperti kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan peningkatan kejahatan. Selain itu kepadatan menurut sebuah survey turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan agresifitas.

Kepadatan memiliki arti hasil bagi jumlah objek terhadap luas daerah. Dengan demikian satuan yang digunakan adalah satuan/luas daerah. Sedangkan ada yang berpendapat bahwa kepadatan adalah jumlah rata-rata penduduk yang mendiami suatu wilayah administrative atau politis tertentu, biasanya dinyatakan dalam jiwa/Km2. Adapun rumus untuk menghitung kepadatan penduduk suatu wilayah:

Kepadatan penduduk = jumlah penduduk (jiwa) / Luas wilayah (km2)

Kepadatan adalah hasil bagi jumlah objek terhadap luas daerah. Dengan demikian satuan yang digunakan adalah satuan/luas daerah, misalnya: buah/m2. Sebagai contoh, kepadatan penduduk disebut sebagai 65 orang/km2. Kepadatan adalah Ukuran jumlah orat per unit area.

Menurut Sundstrom, kepadatan adalah sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan (dalam Wrightsman & Deaux, 1981). Atau sejumlah individu yang berada di suatu ruang atau wilayah tertentu dan lebih bersifat fisik (Holahan, 1982). Suatu keadaan akan dikatakan semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono, 1992).

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :

  1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
  2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :

1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.

2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.

3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.

4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

  1. Kategori kepadatan
  • Menurut Holahan (1982) yaitu :

a) Kepadatan Spasial (Spatial Density) terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit sedangkan jumlah individu tetap, sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan menurunnya besar ruang.

b) Kepadatan Spasial (Spatial Density) terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi dengan penambahan besar atau luas ruangan sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan dengan bertambahnya individu.

  • Menurut Altman (1975) yaitu :

a) Kepadatan Dalam (Inside Density) yaitu sejumlah individu yang berada dalam suatu ruangan atau tempat tinggal seperti kepadatan di dalam rumah, kamar, dsb.

b) Kepadatan Luar (Outside Density) yaitu sejumlah individu yang berada pada suatu wilayah tertentu, seperti jumlah penduduk yang bermukim di suatu wilayah pemukiman.

  • Menurut Jain (1987) yaitu :

Setiap wilayah pemukiman memiliki tingkat kepadatan yang berbeda dengan jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian dan struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman. Sehingga suatu wilayah pemukiman dapat dikatakan mempunyai kepadatan tinggi atau kepadatan rendah.

  • Menurut Zlutnick dan Altman (dalam Altman, 1975; Holahan, 1982) menggambarkan sebuah model dua dimensi untuk menunjukkan beberapa macam tipe lingkungan pemukiman yaitu :

a) Lingkungan Pinggiran Kota, yang ditandai dengan tingkat kepadatan luar dan kepadatan dalam yang rendah.

b) Wilayah desa miskin di mana kepadatan dalam tinggi sedangkan kepadatan luar rendah.

c) Lingkungan mewah perkotaan, dimana kepada dalam rendah sedangkan kepadatan luar tinggi.

d) Pekampungan Kota ditandai dengan tingkat kepadatan luar dan kepadatan dalam yang tinggi.

  • Menurut Taylor (dalam Gifford, 1982) yaitu :

Lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang penting dalam mempengaharui sikap, perilaku, keadaan internal seseorang di suatu tempat tinggal. Oleh karena itu individu yang bermukim di pemukiman dengan dengan kepadatan yang berbeda mungkin menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda pula.

  1. Akibat dari Kepadatan
  1. Secara Fisik, yaitu reaksi fisik yang dirasakan individu seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penyakit fisik lain (Heimstra dan Mc Farling, 1978).
  2. Secara Sosial, antara lain adanya masalah social yang terjadi dalam masyarakat seperti meningkatnya kriminalitas dan kenakalan remaja (Heimstra dan Mc Farling, 1978).
  3. Secara Psikis antara lain :

a) Stres, kepadatan tinggi dapat menumbuhkan perasaan negative, rasa cemas, stress dan perubahan suasana hati.

b) Menarik diri, kepadatan tinggi menyebabkan individu cenderung untuk menarik diri dan kurang mau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

c) perilaku menolong, kepadatan tinggi juga menurunkan keinginan individu untuk menolong atau member bantuan kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang yang tidak dikenal.

· Akibat-Akibat Kepadatan Tinggi

Kepadatan juga memberikan kontribusi besar terhadap psikis seseorang yang menempati suatu daerah yang padat. Banyaknya penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang memiliki tingkat stress dan kekecwaan tinggi pada ruangan yang ditempati lebih dari kapasitas ruangan tersebut dari pada ruang yang ditempati sesuai dengan kapasitas ruangan tersebut. Akibatnya dampak fisik yang diterima inividu adalah peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penyakit lainnya. (Heimstra dan McFarling, 1978).

  1. Contoh Perilaku Nyata

Kepadatan penduduk Jakarta, atau kepadatan di pasar tanah abang pada saat menjelang lebaran.

Sabtu, 26 Februari 2011

Interaksi Sosial dengan Lingkungan yang menghasilkan perilaku tertentu.

menurut H. Bonner interaksi sosial yaitu bahwa suatu hubungan antara dua individu/lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.

. Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya .

A. Imitasi

Imitasi adalah pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain. Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .

B. Identifikasi

Identifikasi adalah menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya . Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya .

C. Sugesti

Sugesti dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok . Kelompok kepada kelompok kepada seorang individu . Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat “ Kenalan Remaja “ . Tanpa memikirkan akibatnya kelak .

D. Motivasi

Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok.Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab .

E. Simpati

Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang / kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat –saat khusus. Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang perjaka terhadap seorang gadis / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih saying.

F. Empati

Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.


Jadi interaksi individu dengan lingkungan yang menghasilkan perilaku tertentu seperti contohnya adalah Konformitas sosial adalah proses dimana tingkah laku seseorang terpengaruh atau dipengaruhi oleh orang lain di dalam suatu kelompok. Cara seseorang terpengaruh ada bermacam-macam, ada yang secara tidak langsung ataupun tidak langsung. Memakai sepatu berwarna hitam karena ada teguran dari teman kelompok adalah contoh pengaruh langsung sedangkan memakai sepatu berwarna hitam karena semua teman kelompok memakai sepatu berwarna hitam adalah pengaruh tidak langsung yang menyebabkan seseorang melakukan konformitas.